Selasa, 01 Desember 2009

Gadis Dalam Air


Minggu, 20 November 2005, 22:03

Bukan kematian yang mengundang para wartawan berdatangan tengah malam itu. Tapi alasan penyebab tenggelamnnya seorang gadis di dalam sebuah mobil sedan. Mobil tersebut ditemukan lima jam setelah waktu kematian, oleh seorang satpam yang sedang mencari asal air yang menggenangi dan membuat becek pelataran parkir lantai tiga gedung tersebut setelah dua jam sebelumnya, mengira bahwa penyebabnya hanyalah pipa bocor. Setelah menemukan sebuah mobil sedan yang dipenuhi air dan seorang gadis yang tergenang tenggelam di dalamnya, ia segera menelpon pihak yang berwajib. Pihak kepolisian datang disusul oleh sekawanan wartawan yang mati penasaran. Hujan tidak mungkin turun di dalam sebuah mobil sedan… Lalu apa gerangan?

Minggu, 20 November 2005, 16:56

Perempuan itu berjalan menuju mobilnya. Seluruh pelataran parkir lantai tiga yang sepi itu masih diterangi matahari senja yang mulai malas,. Suara sepatu haknya beradu dengan aspal dan tangannya sibuk mencari kunci mobil dalam tasnya. Suara langkah kakinya berhenti, disambut oleh suara alarm mobil yang menggema dan suara pintu ditutup.

Ia kembali sibuk mencari tas make-upnya hingga berhasil menemukan eye liner dan lipstik yang ia cari. Ia mulai memulas matanya dengan eye liner hitam dan bibirnya dengan liptik merah ketika air mata pertama itu turun mengaliri pipinya. Ia kemudian meraih notes dan pensil mekanik dari dalam tasnya dan mulai menulis. Sampai air matanya membasahi buku notes itu. Sampai ia berhenti menulis dan mulai menangis. Menangis sejadi-jadinya seolah ia belum pernah menangis sebelumnya. Ia menangis dan menangis karena kali ini, ia tidak perlu lagi berhenti. Kesedihannya sudah menumpuk hingga hatinya tak sanggup menampung apapun lagi dan air matanya perlahan tumpah membasahi pahanya. Ia mulai meraung bersamaan dengan suara-suara yang selama ini membisingi pikirannya. Suara-suara yang tidak ingin ia dengar selama ini karena ia berusaha untuk bisa selalu mengontrol diri. Sampai akhirnya kini, ia tidak bisa membedakan lagi mana yang logika dan suara hati, sampai semuanya berteriak dan bersuara, beradu sementara ia berurai air mata akibat sedih yang menyesakkan dan juga perasaan lega. Sebab kini, ia tidak perlu lagi memilih lagi antara logika dan suara hatinya. Sebab sore ini, ia memutuskan untuk mengadu mereka. Karena ia tahu bahwa ia tidak akan perlu memilih lagi pada akhirnya. Ia hanya menangis karena baru sekarang ia punya keberanian untuk mendengarkan mereka.

Segala perasaan cinta dan rasa bersalah kini menuntut dia untuk mengakui keberadaan mereka. Dan siang ini, ia mengakui mereka dengan air matanya... Sampai mobil itu mulai dipenuhi air matanya. Tapi ia tidak bisa berhenti terisak sambil memeluk setir mobil. Air matanya mulai membanjiri mobil sedannya, gelembung-gelembung air meletup keluar dari mulut gadis itu yang refleks mencari udara, namun tidak kunjung berusaha untuk membuka pintu dan menyelamatkan diri dari air matanya sendiri.

Sampai panik yang menyergapnya sesaat itu lenyap, dan gadis itu mulai menenangkan diri dengan menutup mata. Badannya mulai ringan terayun dan tenggelam dalam air matanya. Riak-riak airpun menjelma menjadi bidadari ketika ia menemukan kedamaian yang ia cari, yang ia dapatkan justru dengan menutup pintu terhadap dunia, dan melarikan diri dari semuanya.

*

Waktu mulai senja ketika perempuan itu tergenang dalam mobil sedannya. Matanya tertutup dan ia tenggelam dalam air matanya. Cantik dan tenang. Seperti yang ia rencanakan. Ditemani cahaya senja yang menerpa.
Menunggu untuk ditemukan...

Jakarta, 2008

12 komentar:

  1. Prit, kereeeeen blognya
    Siapa yg ngerjain ilustrasinya??? Pas bgt ama karakter blognya ...:)
    gw baca lagi bbrp, lo udah re-edit dann dirapiin ya bahasa dan struktur penulisannya.
    Great job by the way!

    All th ebest!
    Sly

    BalasHapus
  2. ah kentang !!!
    gw tau pasti si gadis ketiduran terus ngiler sama keringetan di dalem mobil yg panas,karena adanya kelainan di kelenjar eksokrin maka terjadilah penumpukan jumlah iler dan keringat yang banyak sehingga memenuhi mobil walhasil membuat tenggelam sang gadis yang mungkin sedang bermimpi menjadi ariel si little mermaid !!!! hore, 650 ribu cha-ching !!!

    BalasHapus
  3. (menghela napas panjang), kapan ya harinya datang dimana kita taruhan dan elo, benaran bisa menang? :)

    BalasHapus
  4. teasernya kelamaaan....
    kami menantikan cerita selanjutnya ASAP atau kita demo!!! :)

    BalasHapus
  5. Siiippp! Aku menunggu komen seperti ini dulu hihihi :D baiklah, minggu ini kelanjutannya pasti kuposting :D

    BalasHapus
  6. Waaaaa...

    Seperti baru asik menarik nafas panjang, tiba-tiba ada ingus.

    Nafasku masih tertahan niiiiii...

    Help!

    BalasHapus
  7. ridwan rudianto26 Desember 2009 02.34

    bagus sekali, kesedihannya terjaga dari awal hingga akhir.membayangkan tenggelam bersama air mata sendiri hingga mata tidak bisa menampung air matanya sendiri.
    penulisnya pintar sekali. juga hebat.

    BalasHapus
  8. mungkin karena ceritanya berdasarkan pengalaman xD *mulai dramatis* hihi

    BalasHapus
  9. kerenn!!! ini to be continued kann??! hehee

    BalasHapus
  10. Ini udah tamat Adit :) jangan kapok baca yaaa :)

    BalasHapus
  11. bagusssss.... hiks... sangat deskriptif yang bisa membuat orang yg membaca terhanyut...

    BalasHapus
  12. baru di ceritain langsung pas ktmu dikawinan!! kerennn!!! yukksss di filmkan! :)

    BalasHapus